Assalamu'alaikum....



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh sahabatku, selamat datang semoga kunjungannya menyenangkan dan bermanfaat...


Add text or HTML here
   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




Dilihat Sebanyak :

Free Web Counter



Join Milis :
Simply Click ~>
1. Rainbow of ISLAM
2. Klab Santri
3. Coolest Muslim


Contact Me



AhLaN_Wa_sHahLaN
Sejenak mengayuh Biduk,
mendayung perahu “dakwah” ...
Sejenak, aku merenung
bahwa hakikat perjuangan itu adalah pengorbanan,
mungkin jika pengorbanan itu bersifat materi
tentu, bisa dicari ganti,.....
Tapi jika rasa sakit itu menyerang hati,
susah nyembuhinnya

Rabb ajari kami.....
untuk dapat mencintai hanya karenaMu,
melabuhkan rindu....
hanya untuk memandang NuurMu........

Rabb...ajari kami yang masih kerdil,
ajari kami untuk selalu ikhlas
dalam memperjuangkan dien ini....

Rabb...muarakan cintaku
pada tempatnya yang tepat,
sehingga aku bisa mencintaiMu
lebih dari segala yang pernah aku cintai...
akan aku cintai, dan aku cintai.......




Dear bloggers,
This is a blog where u can find great articles (for the time being, only for Bahasa Indonesia), if u think that u have also great n nice articles to publish in this blog, just send me the said article by filling the contact form.
For others, kindly give ur comment to each article, hoping that we can learn much from those articles and we are able to live the life to the fullest.

Ciao,
Icha






Acknowledgement



Alhamdu li-lLahi Rabbi-l'alamien, all the praises and thanks are for Allah the Lord of the Universe. Wa-shshalatu wa-ssalam, safe and peace, for the best and greatest man in the world, the messenger Muhammad SAW
A sincerest gratitude is presented mainly to my beloved parents, and then to all of my familes, friends, lecturers, teachers, classmates, officemates, teammates in football, roommate, cyber friends, pen pal, and others that i can't mention one by one, you're all my inspiration, many thanks for you coz you all have enlighted my life
.

Icha





Kuikhlaskan surga untuk mereka


Di antara sejuta manusia
Aku adalah manusia yang paling banyak tertawa
Saat jundullah-jundullah itu menyungkur di kelopak bazoka

Di antara sejuta manusia
Aku adalah manusia yang paling jarang mengingat mati
Saat mujahid-mujahid itu bertransaksi dengan Ilahi

Di antara sejuta manusia
Akulah manusia yang paling sibuk dengan urusan dunia,
Saat para hamalud dakwah menuai amarah dan cerca

Di antara sejuta manusia
Akulah yang paling banyak memanjakan syahwatnya,
Saat insan-insan mulia menitikkan air mata karena khaufnya

Di antara sejuta manusia
Akulah yang paling banyak bergelimang dengan harta
Saat fakir meratap mengencangkan iga-iganya

Di antara sejuta manusia
Akulah yang paling pemberani menentang kekuasaan-Nya,
Saat penjaga-penjaga masjid rubuh dalam sujud-Nya

Di antara sejuta manusia
Aku adalah manusia yang kehilangan pelita di gulita kubur-Nya

Di antara sejuta manusia
Aku adalah manusia yang kehilangan canda di depan Munkar dan Nakir-Nya

Di antara sejuta manusia
Aku adalah manusia yang kehausan di terik makhsyar-Nya

Di antara sejuta manusia
Aku adalah manusia yang kehilangan pegangan di shirat-Nya

Di antara sejuta manusia
Aku adalah manusia yang tak berselimut di pelukan jahanam-Nya

Kini
kumerangkak kepayahan mengetuk jannah-Nya
Berharap ada kaveling yang tersisa
Setelah jutaan tahun jasadku menganga
Remuk tak berbentuk di dasar kerak neraka









( terima kasih untuk ukhuwah ini..... semoga Allah mengkekalkannya
sampai ke surganya kelak ... amin....
ya Allah kuatkanlah ikatan hati para hambamu ini karena Engkaulah
yang menggenggam segala hati yang ada di dunia ini..amin..)











Islamic Wisdom


When I say. . .I am a Muslim,
I'm not shouting " down with Christians and Jews.
I am whispering "I seek peace,"
and Islam is the path that I choose. *

When I say. . . I am a Muslim,
I speak of this with pride.
And confess that sometimes I stumble,
and need Allah to be my guide. *

When I say. . .I am a Muslim,
I know this makes me strong.
And in those times when I am weak,
I pray to Allah for strength to carry on. *

When I say. . . I am a Muslim,
I'm not boasting of success.
I'm acknowledging that Allah has rescued me,
and I cannot ever repay the debt. *

When I say. . .I am a Muslim,
I'm not claiming to be perfect.
My flaws are indeed visible,
but Allah forgives because his followers are worth it.

When I say. . .I am a Muslim,
it does not mean I will never feel pain.
I still have my share of heartaches,
which is why I invoke Allah's name.
When I say. . .I am a Muslim,
I do not wish to judge.
I have no such authority
My duty is to submit to Allah's all-encompassing love. *

SHUKRAN WE SHOULD BE PROUD OF BEING MUSLIMS


Living One Day at Time


Our lives are made up of a million different ways.
Some are spent searching for love, peace, and harmony.
Others are spent surviving day by day.

But there is no greater moments than that life,
with all it's joys and sorrows, is meant to be lived one day at a time.
It's in this knowledge that we discover the most wonderful truth of all.

Whether we live in a forty room mansion, surrounded by servants and wealth,
or find it a struggle to manage the rent month to month
we have it within our power to be fully satisfied and live a life with true meaning.

One day at a time we have that ability,
through cherishing each moment and rejoicing in each dream.

We can experience each day anew, and with this fresh start we have
what it takes to make all our dreams come true.

Each day is new,
and living one day at a time enables us to truly
enjoy life and live it to the fullest.





If life is a river
Then there is no water
If life is a sea
Then there is no salt
If life is a sky
Then there are no stars

If life is a garden
then there are no flowers
If life is a rainbow
then there are no colors

Then what is life?

Life is to be with Allah
Life is to love Rasulullah
Life is to live in Islam

ONLY then all the water, salt,
stars, flowers and colours
will be part of your life.





Oase


Demi bumi yang senantiasa bersujud kepadaMu
dan langit yang tetap menengadahkan wajahnya
Perkenankan aku ya Allah
menggapai isyarat bumi dan langit
yang mengisahkan sungai panjang dan hujan
saat sujudku begitu khusuk menghamparkan keheningan dalam diri.
Setelah batin bertemu dengan hari yang panas
yang mengabarkan kejahatan dan sisa pertempuran
Sehabis berdoa
linangan demi linangan
mengurai kembali ayat yang memanjang
seperti sungai di dalam wakof ain kehidupan
Kurenungkan lagi perjalanan jiwa
yang menyusuri pantai dan padang tandus
Di mihrobmu aku adalah pemburu cahaya
dengan bekal tauhid dan keimanan
yang membentang di layar dada
Ada desir darah yang menggigilkan perasaan hamba
Tiang-tiang menancapkan asmaul-husna Tasbih dan sajadah
tersenyum saling berpandangan lalu memandangiku.
Tapi aku masih juga membaca air mata
sebab debu yang melengkapi kebosananku pada dosa
menempel di kaca-kaca hati
Lalu jendela pikiran kubuka dengan tangan yang khusuk
beri'tikaf mencari-cari kemurnian cinta
O. Ada cahaya !
Ada cahaya !

Aku ingin menangkap ekornya.

Demi bumi
yang senantiasa bersujud kepadaMu
dan langit yang tetap menengadahkan wajahnya
Perkenankan aku singgah di sini
bersama angin yang membisikkan rindu
seperti anak panah yang istirah
aku pasrahkan segala keinginan
pada kekuatan Zatmu


Republika Online,
edisi : 15 Agustus 1999





REFLEKSI BENING PAGI
~buat mar'ah solihah~
Oleh :
Lukman A Sya


Seperti pagi
matamu bening dan menghamparkan kehijauan cinta
Selalu engkau tuangkan air wudlu ke dalam batinmu

Doa-doa melayang di angkasa
lalu terbang dan menukik jauh
Barangkali menyampaikan rindunya
seperti matahari kasmaran pada bumi

Engkau manjakan senja
saat bunga-bunga yang rekah itu menyimpan getaran dzikir
Tiba-tiba malam menyapa hatimu
dan engkau masuki goa permeditasian
bersama kata-kata Allah yang bercahaya
Subuh pun tersenyum di antara fajar dan doamu
sedangkan aku di sini ingin mengecup pelipismu
Abadi


Republika Online,
edisi : 15 Agustus 1999






~~~~~~~~~~~~~~~~
Tiga Jalan Menuju Tuhan
~~~~~~~~~~~~~~~~

Ada tiga macam cara para abdi menyembah Tuhannya:

Kelompok pertama, dengan cara takut dosa.
Ciri-cirinya: Memandang rendah akan dirinya,
Merasa sedikit kebaikannya,
dan merasa tak terhingga kejahatannya.

Kelompok kedua, dengan cara menabur asa.
Ciri-cirinya: Menjadi panutan bagi sesamanya,
Menjadi penderma yang merasa tidak butuh harta benda,
Dan berbaik sangka pada seluruh makhluk di dunia.

Dan kelompok ketiga, dengan jalan mencinta.
Ciri-cirinya: Mendermakan harta yang masih disuka,
Mendorong dirinya melakukan darma,
Dan merasa selalu bersama Tuhannya.

(Khalifah Abu Bakar r.a)





This I Promise You

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



9.12.2006
Sastra gending by mas Didit

Icha yang baik,
       E-mail Anda kemarin mengingatkan saya tentang
Sastra Gending karya Sultan Agung. Sastra Gending
mempertanyakan mana yang lebih dulu bersaksi bahwa
Tuhan Ada; mata atau telinga.
       Ketika kita kecil; Wulan kecil, Soekarno kecil, Jiddu
Krishnamurti kecil, Ki Ageng Suryamentaraman kecil,
atau Suryanto kecil tahu tentang Tuhan karena
diberitahu orangtuanya, neneknya, guru kleniknya, guru
spiritualnya, atau siapa pun yang memungkinkan mereka
memahami Tuhan meski pemahamaman hakikat Tuhan
tak tertampung kata; telingalah yang paling pertama
menerima informasi bahwa Tuhan Ada bahkan Maha
Ada.
       Tatkala kita beranjak dewasa, mata menggeser
kedudukan telinga. Kita tahu bahwa Tuhan Maha Ada
karena kita membaca tidak hanya huruf-huruf kecil; teks
book tetapi huruf-huruf akbar--ayat-ayat kauniyah. Jagat
alam seisinya ini digelar sesungguhnya mengandung
informatif.
       Kemudian mendadak kita dihadang persoalannya
yang rumit sesudah perjalanan ke wilayah kedalaman
jiwa yang paling menginti. Sehingga, mana yang paling
pertama bersaksi bahwa Tuhan Maha Ada telinga atau
mata, gugur karena segera kita mendapati yang paling
pertama bersaksi bahwa Tuhan Maha Ada adalah ruh.
       Struktur pemikiran kita yang demikian itu akan
bermuara ke hati; yaitu hati yang bersih. Jika satu organ-
-hati-- dalam dirimu itu baik, bersih, niscaya seluruh
organ-organ di dalam tubuhmu menjadi baik karena hati
memiliki tingkat kepekaan yang tiada tolok bandingkan.
Hati menjadi layar kesadaran yang jernih untuk
menangkap gelombang kosmologis.
       Hati yang demikian itu sanggup mematahkan beton-
beton pemikiran yang secanggih apa pun, meruntuhkan
gunung-gunung kekuasaan seekstrem ap a pun.
         Senja perlahan turun di beranda depan rumah
perkampungan ala kadarnya, seorang bocah laki-laki
bertanya kepada kakeknya.
+ Ayo Kek tunjukkan kepadaku, Tuhan di mana?
- Tuhan di belakangmu, cucuku.
+ Di belakangku? Mana aku tak melihatnya.
- Di mana mukamu menghadap, kamu menghadapkan
wajahmu ke depan. Jadi, Tuhan tidak bisa dipegang.
Tuhan hanya bisa dirasakan; rasakanlah eratnya dengan
badanmu. Jika kelembutan ilmumu sampai ke tingkat
sak rikma pinara sasra, alam semesta ini menjadi jernih
bagimu. Tetapi, jika ilmumu masih butiran debu engkau
gagal bertemu denganNya. Satu hal yang ingin
kuwasiatkan kepadamu cucuku, bersungguh-sungguhnya
mendalami ilmu hakihat hidup dan mati. Mati yang
patitis, bener, pener bagai burung lepas dari sangkarnya
tahu arah yang tuju. Pandai-pandailah mengucapkan
syukur di setiap langkahmu. Rasa syukur jika sampai ke
lubuk hatimu yang ter dalam bobotnya sama dengan salat.
Jangan gampang tergoda gemerlapnya dunia, wahai
cucuku.
 
Wassalam,
Yogya 4 Agustus
Didit Isdiyanto

Posted at 11:19:16 am by Icha Rochimin
Komentar  

GeM@

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama
ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh.

"Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan.
Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan
teriakannya persis sama, "Aduhh!"
Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?"
Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?"

Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru,
"Pengecut kamu!"
Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan
serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?"
Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan."
Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!"
Suara di kejauhan menjawab, "Saya kagum padamu!"
Sekali lagi ! sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab,
"Kamu sang juara!"

Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu
sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah GEMA, tapi sesungguhnya itulah
KEHIDUPAN."

Kehidupan memberi umpan balik atas semua perkataan dan
perbuatanmu/tindakanmu.
Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas
tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini,
ya ciptakan cinta di dalam hatimu.

Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan
kemampuan itu.
Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan
kepadanya.
Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan
dirimu.


Posted at 10:57:41 am by Icha Rochimin
Comment%b (%b)  

1.3.2006
Rabb, di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian

 



 

Ya Rabbul Izzati, sekian lama aku mengembara mencari cinta. Terperosok aku dalam kubangan rindu bersulam palsu. Pedih jiwaku, gersang ragaku. Tapi aku tak pernah berhenti memadu rindu, karena ku tahu cinta sejatimu adalah musim semi dalam jiwaku.

 

Allah, kuberharap pengembaraan cintaku membawaku pada sebuah taman. Menuju ke sana, kulalui dengan tertatih-tatih. Kadang terpikir olehku untuk menuntaskan jalan itu agar aku segera sampai. Tapi yang kutemui hanyalah taman yang gersang dan tandus di bawah panasnya terik matahari yang menyiksa jiwaku.

 

Rabbku, telah kupenuhi panggilan-Mu, membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki. Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang. Telah coba kuatasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati.

 

Namun ampuni aku ya Rabbi. Betapa seringnya hamba tertegun ragu, untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi.

 

    

Kinipun hati yang peragu ini masih diguncang gundah. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai, apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu. Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu. Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu. Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku, jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!!!

 

Rabbi, bukan tak ingin aku istiqomah melewati hari-hari. Bukan tak hendak aku sabar menanti janji-Mu. Namun Rabbi, apakah salah jika aku menyandarkan diri pada dinding lain dalam sebuah bangunan Islam-Mu? Angkuhkah aku yang lemah ini Rabb? Salahkah aku yang dhoif ini Rabb?

 

Namun Rabb, lagi-lagi Kau didik aku dalam kealpaan mimpi semuku. Kau dekap aku dalam belaian tarbiyah yang telah banyak mengajarkan aku banyak hal. Tak sanggup kubendung air mata keharuan atas semua belaian ini. Karena aku tahu, tidak semua hamba-Mu Kau perlakukan sama seperti aku. Tersibak juga tirai kelam yang senantiasa menyeret langkahku menjauh dari-Mu, sungguh aku bersyukur atas semua ini. Aku sadar tidak sama pejuang dengan perintang, Kembali ku ingat sebait doa yang pernah kurenda, tentang sebuah janji yang telah kupatri, tentang azzam yang kutanam dan juga segala amanahku. Mengingatnya, semakin deras air mata ku mengalir, semakin kuat dan kokoh kakiku melangkah. Ternyata tanggung

jawab itu besar berada di pundakku.

 

Rabbana, kekuatan apakah gerangan ini, yang mengantarkan kakiku ke dada pelangi. Jauh melesat meninggalkan bayang-bayang. Bergerak bagai awan putih merindukan terang. Kadang kala kabut pekat yang kutemui. Langkahkupun seolah terhenti. Namun aku tidak mau terjebak di dalamnya, sekuat tenaga kucoba berlari, tapi langkah kaki kecilku berpacu dengan nafsu yang menahan jiwaku. Aku bergumul seorang diri, mulutku berteriak, namun suaraku bersembunyi. Beruntung aku masih punya nafas, yang bisa kudendangkan tatkala hatiku sunyi. Dengan nafas itu aku berjalan di atas bumi. Menuntun hamba-hamba-Mu yang mendambakan cinta sejati.

 

 

Rabb, apakah ini jawaban setiap doa-doaku? Agar Engkau sertakan aku di dalam barisan para salafussholeh?. Apakah ini jawaban setiap rintihanku, agar Engkau jadikan setiap nikmat yang ada pada diriku sebagai mahar yang akan aku persembahkan pada-Mu?

 

Oh Rabbi, ampuni atas segala kelemahan imanku, bimbing aku melewati jalan orang-orang bernyali singa, namun aku cukup arif menyadari Rabb, siapalah aku ini, betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka. Siapalah aku ini dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu untuk membuktikan kecintaanya kepada-Mu? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malam-malamnya dengan sujud tersungkur mengharapkan ampunan dan cinta-Mu.

 

Ya Rabbana, kesimpulan dari riak-riak hatiku ini, aku ingin sampaikan terima kasihku kepada-Mu. Walaupun syukur dan taubatku sering mungkir, namun lautan kasih sayang dan ampunan-Mu kuyakini tak pernah bertepi


 

Ya Muhaimin, untuk yang kesekian kalinya, kuucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas segala cinta dan pelabuhan rindunya. Kau adalah musim semi dalam relung jiwaku. Dalam pangkuan-Mu, terhimpun seluruh kekuatanku, dengan kekuatan itu tanganku memainkan melodi, mulutku menyanyi lagu syurgawi. Izinkanlah ya Allah aku menjadi penyambung cahayaMu yang tiada pernah pudar.

 

Allah, Walaupun aku tak layak mensejajarkan diri, tapi aku ingin katakan, tarbiyah telah merubah diriku, melesat meninggalkan angan-angan hampa, bayang-bayang semu, serta dongeng yang tak memiliki cerita. Dalam dekapannya runtuh keangkuhanku, sirna kesombongnnku, lenyap sifat jahiliyahku. Yang ada saat ini bagaimana membentuk diri, seperti yang Engkau kehendaki ...

 

Rabbi, di dada-Mu kupasrahkan kehidupan, di sana kutemukan kedamaian yang abadi, sujudku tak akan pernah merenggang, jemariku kan terus kususun, bibirku akan terus bergetar, memohon agar senantiasa Kau beri aku kebahagiaan, karena memang hanya dariMu-lah sumber kebahagiaan. (dapet dari Eramuslim.com nich)




Posted at 4:37:21 pm by Icha Rochimin
Comment%b (%b)  

12.28.2005
Ketika....

 



Ketika mata ini mulai terbuka dari tidur semalaman ....

ketika itu aku dengar suara adzan shubuh memanggil..

Ketika selimut ini tiada mau mengalah...

ketika itu juga mata ini kembali terpejam...

Ketika hati berkata waktu shubuh hampir usai....

ketika itu juga mata ini terbuka melihat jam dinding....

Ketika jarum jam sampe ke pukul 6.00...

ketika itu juga air wudhu membasuh muka...

Ketika tersadar selesai sholat....

ketika itu juga hati ini berkata...

"NERAKA sudah menantiku karena hari ini aku menunda sholatku..."



Posted at 10:52:37 am by Icha Rochimin
Comment%b (%b)  

12.23.2005
¨°ºº°¨ Allah Maha Tahu dan Mendengar¨°ºº°¨



 

Beberapa hal yang dapat mendorongmu untuk tetap bertahan!

 

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia....

Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

 

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...

Allah SWT sudah menghitung airmatamu.

 

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...

Allah SWT sedang menunggu bersama denganmu.

 

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.

Allah SWT selalu berada di sampingmu.

 

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi....

Allah SWT punya jawabannya.

 

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...

Allah SWT dapat menenangkanmu

 

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...

Allah SWT sedang berbisik kepadamu.

 

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan merasa ingin mengucap syukur...

Allah SWT telah memberimu rahmat.

 

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...

Allah SWT telah tersenyum padamu.

 

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...

Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

 

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap....

ALLAH SWT MAHA TAHU & MAHA MENDENGAR...

 

[unknow]






Posted at 11:54:07 am by Icha Rochimin
Comment%b (%b)  

12.17.2005
RiNdU

 


      

 



Saat pertama bibir ini menyebut nama Mu... Sad 
ada sesuatu yang kembali mengisi kekosongan hati ini,
ada kerinduan untuk bersamaMu..
kemana aku selama ini,kemana  cintaku pada Mu pergi.. 
Walking Home Crying 
sedangkan Engkau begitu dekat,setia menemaniku selalu berada disisiku,
tak pernah sedetikpun Engkau meninggalkanku

saat dahi ini menyentuh sajadah ada setetes air keluar dari mata ini...
'kenapa aku meninggalkan Mu, kenapa aku melalaikan-Mu,
kenapa aku menghilangkan cintaku pada -Mu....." 
Weepy 

saat kutengadahkan tanganku...aku sedih aku rindu    
Giselda 
aku kangen pada - Mu..aku ingin kembali sempurna pada-Mu..
akankah Engkau ma'afkan salahku duhai kekasihku...
akankah Engkau ampuni semua kesalahanku...
Bow Down Before You
akankah Engkau jadikan aku kembali menjadi kekasih-MU..
Engkau sayangi Engkau beri rahmat dan ridho'

Rindunya hati ini untuk kembali pada-Mu.........

(pada sebuah renungan...)





Posted at 7:01:09 pm by Icha Rochimin
Komentar  

12.16.2005
Betapa Sedikit Kita Bersyukur




Betapa Sedikit Kita Bersyukur


Dulu, ada seorang anak kecil, perlahan-lahan ia berusaha mengejar cinta Tuhan-nya, berusaha untuk shalat lima waktu tapi tak pernah bisa, akhirnya suatu ketika keinginan itu terwujud di usianya 9 tahun. Ia begitu bahagia, sangat bahagia sekali...

Tapi alangkah kagetnya ia, usai shalat, seakan ada yang berbisik, "...., umur 20 tahun engkau meninggal..." ia begitu kaget sekali, bertahun-tahun ia hidup dihantui ketakutan, sering jatuh sakit, karena walau sakit sekecil apapun, jika difikir berat, sakit itu sesuai dengan fikiran kita.

Saat cobaan itu datang, yang ada di benaknya hanya satu, bisa menjalani hari-hari dengan baik, tidak terfikir nanti apakah bisa menikah, mengandung dan punya anak. Ia malu terus-terusan menyusahkan orang tua, terkadang jika sakit itu datang, hanya dipendamnya sendiri, airmatanya sering mengalir, sadar akan banyak dosa-dosanya, sadar akan sedikit sekali bekalnya, sadar akan sedikit sekali syukurnya.

Ketika sakit itu reda dan ia kembali sehat, betapa senangnya ia bisa menjalani hari-hari lagi, berusaha mengejar lagi ibadah-ibadahnya yang tertinggal, ia mohon pada Allah diberikan jodoh, namun sang pangeran itu tak kunjung datang.

Silih bergantinya siang dan malam, bilangan hari yang berganti tahun, begitu pun dengan kondisi kesehatannya, anak itu tumbuh menjadi wanita dewasa, dalam hati ia bertanya-tanya, mengapa aku belum juga dipanggil Tuhan? Sedangkan usiaku sudah menjelang seperempat abad? Ya Allah, bukan maksud hatiku mendahului keputusanMu,...

Dari pengalaman yang panjang, dari jatuh bangun kehidupan, tibalah ia pada suatu kesimpulan, "Aku harus berusaha semaksimal mungkin di dunia ini untuk kehidupanku di akhirat kelak, karena sungguh, batas usia adalah takdir Allah yang tidak boleh kita dahului."

Jikalau kita lebih dalam merenungi hidup yang tinggal sepenggalan ini, kembali menuju Allah akan membuat kita jauh lebih tenang dan bersyukur.

Bersyukurlah kepada Allah, walau bagaimanapun adanya dirimu, karena sungguh tiada ada satu pun yang terjadi, melainkan semua itu adalah atas kehendak-Nya.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim 14 : 7).






Posted at 10:19:19 pm by Icha Rochimin
Komentar  

12.10.2005
Nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan???



Ya Allah.....

Subhaanallah, ........
Fabiayyi 'ala irobbikuma tukadziban...
Nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan???

Ya Allah....
Masihkah aku harus perlu meyakinkan diri atas janji-janjiMU...
Ujian sebegitu kecilnya, belumlah sebanding dengan yang dialami rasulullah..
Malu Rabb rasanya...
Bagaimana dengan ujian2 yang dialami para sahabat?

Ya Allah....
Alhamdulillah 'ala kulli hal...
Rasanya tak pantas bagiku merasakan lagi nikmatMU dengan kepayahan yang kulakukan kemaren, dengan jauhnya aku dariMU Rabb.....

Rabb..
Ampuni hamba, rasanya penyesalan memang selalu di belakang,
dan semoga aku bisa mengambil hikmah-hikmahnya, dari setiap keadaan dan kejadian.

"AKU bersama prasangka hambaKU"

Ya Allah...
Syukur tak terhingga, ketika jatuh dan hampir tak berbentuk hampir saja menyeretku untuk menjauh dariMU..

Ya Allah...
Istiqomahkan hamba, jiddiyahkan hamba, kuatkan hamba
Jadikan hamba akhwat yang tangguh ruhiyah, fikriyah, jasadiyah, amaliyah dan maliyah....

Ya Allah.....
Sesungguhnya diri ini akan kembali padaMU...


 


Posted at 11:13:51 am by Icha Rochimin
Komentar  

12.9.2005
Yaa Allah, maafkanlah aku

Yaa Allah, yaa robbal 'alamiin
Tanpa sengaja terkadang aku menyakiti hati saudaraku seiman

Yaa Allah, maafkanlah aku
Terkadang aku tanpa sengaja mengerdilkan semangat juang saudaraku

Yaa Allah, maafkanlah aku
Disaat saudaraku giat mengajak hamba-hambaMu yang lain, aku mengusiknya

Yaa Allah, maafkanlah aku
Tanpa hidayah dan bimbinganMu, mampukah aku menuju ridhoMu

Yaa Allah, maafkanlah aku
Jauhkanlah hati ini dari rasa dengki kepada saudara-saudaraku

Yaa Allah, maafkanlah aku
Lembutkanlah hatiku, perkataanku kepada saudara-saudaraku

Yaa Allah, maafkanlah aku
Engkaulah yang Maha lembut dan bijaksana

Yaa Allah, maafkanlah aku
Tuntunlah aku menuju kearifan dan kebijakasanaan RasulMu dalam menyampaikan risalahMu

Yaa Allah, ampunilah aku, ampunilah aku, ampunilah aku

Posted at 1:06:31 pm by Icha Rochimin
Komentar  

Jalan Indah-MU



Fatemioun Group

Menapak perlahan pada jalan indah ini,
Membuatku terhenyak,
Sudah berapa banyak tahun-tahun terlewat
Tanpa berarti apa-apa?

Melangkah terseok pada jalan indah ini,
Membuatku tengadah
Ya Illahi ke mana gerangan diriku selama ini?
Di haluan mana aku berada, saat orang-orang
berlomba menyusuri hanifnya jalanMu?
Apa yang membuat aku terlena,
sehingga lupa bahwa dunia ini hanya detik-detik
waktu yang harus terisi dengan amal di jalanMu

Duh Robbi. pernah adakah manfaat yang orang lain
rasakan dariku?
Tilas yang mana yang dapat menuntunku untuk
menggapai ridhomu?
Apakah layak diriku bermimpi untuk menggapai syurgaMu
padahal amalanku hanyalah Sholat fardhu belaka.

Menghitung hari-hari yang tersisa
Pandanganku terasa nanar, Hatiku gemetar,
Ruhku gundah, ingin segera mengais amal.
Tapi bagaimanakah?
Aku bukan ahli agama yang dapat memberi pencerahan
pada ummat,
Aku bukan ilmuwan yang punya sekeranjang ilmu yang
dapat disedekahkan.
Aku hanyalah seorang wanita biasa.

Menghitung hari-hari yang tersisa
Aku bersyukur bahwa aku masih diberi sedikit waktu
yang penuh limpahan hidayah.
Dengannya, akan kucoba untuk meraih RidhoMu,
menggapai SyurgaMu


Posted at 12:59:48 pm by Icha Rochimin
Komentar  

Next Page